Permainan Kotor

No: 012
Judul Asli: Play Dirty
Penulis: Sandra Brown
Alih Bahasa: Julanda Tantani
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cet. 1; November 2011
Ukuran: 648 hlm; 11 x 18 cm
Tgl beli: 08 Des 2011; TM. Bookstore Poins Square
Rating:  2/5

Setelah lima tahun mendekam di penjara, Griff Burkett, mantan gelandang All-Pro dari Dallas Cowboys akhirnya bebas. Ia dipenjara karena terlibat dalam pengaturan poin pertandingan final rugby. Informan FBI pada kasus tersebut ditemukan mati terbunuh dan meskipun polisi berusaha keras menimpakan kesalahan tersebut pada Griff, kurangnya bukti membuat Griff bebas dari tuduhan tersebut. Sekarang Griff berusaha memperbaiki hidupnya, masalahnya 5 tahun bukanlah waktu yg cukup lama bagi warga kota Dallas untuk melupakan penghianatan Griff terhadap tim kesayangan mereka. Kemanapun ia melangkah cacian dan hinaan selalu diperolehnya. Griff harus menahan emosinya kalau tidak ingin kembali ke penjara. Masalah semakin pelik saat seorang polisi bernama Stanley Rodarte, bertekad menemukan bukti keterlibatan Griff dalam pembunuhan informan FBI itu dan mengembalikan Griff ke tempat seharusnya ia berada.

Foster Speakman, pemilik dan CEO SunSouth Airlines dan istrinya, Laura Speakman adalah pasangan yg selalu menimbulkan decak kagum orang-orang disekitarnya. Mereka memiliki smuanya, tampan dan cantik, kaya raya serta sukses. Tapi ada satu hal yg diam-diam mereka impikan, kehadiran seorang anak sebagai pewaris tunggal kekayaan mereka. Orang bilang uang tidak bisa membeli segalanya, tapi nyatanya uang bisa membeli seorang pemain rugby hina yg baru saja keluar dari penjara.

Saat sepertinya semua pintu tertutup bagi Griff, Mr. Speakman, mengundangnya ke rumah untuk membicarakan kesepakatan bisnis yg akan membuatnya jadi jutawan. Syaratnya hanya satu, Griff harus tutup mulut kepada siapapun tentang kesepakatan mereka dan uang sejumlah $ 100.000 akan langsung jadi milik Griff sebagai uang muka dan sisanya sebesar $ 500.000 akan diterima saat kesepakatan berjalan dengan lancar. Tak pernah terpikirkan pekerjaan macam apa yg akan diterimanya dengan bayaran sebesar itu, jadi saat tawaran diungkapkan Griff terhenyak kaget dan tidak percaya. Mulanya Griff berniat menolak, tapi dengan uang sebanyak itu Griff bisa menjalani sisa hidupnya dengan tenang.

Akhirnya Griff menerima tawaran tersebut, namun saat proses berjalan sebuah kejadian pembunuhan lagi-lagi membuatnya terpojok. Bisakah kali ini ia membersihkan namanya dari kasus tersebut dan mampukan Griff menahan hatinya untuk tidak jatuh cinta kepada istri sang jutawan Mr. Speakman?

Mulanya saya pikir novel ini akan menjanjikan mengingat plotnya yg agak berbeda dr novel SB yg lainnya. Tapi setelah beberapa bab saya habiskan saya tidak merasakan adanya ikatan antara pembaca dengan sang jagoan, bahkan saya sempat berfikir klo Griff ini benar-benar manusia rendah. Mungkin ini memang disengaja oleh SB, membuat pembaca benar-benar geram dengan karakter Griff yg seenaknya saja, tidak bermoral, suka berfoya-foya dan tidak pernah belajar dari masa lalunya.

Entah kenapa saya juga sulit berempati dengan penderitaan Laura. Penggambarannya kurang dalam, berkali-kali dia menekankan sangat mencintai suaminya tapi kesan yg saya tangkap hal itu hanya dimulut semata. Kebersamaan mereka berdua terasa kurang layaknya sepasang suami istri atau mungkin memang seperti itu kondisi suami istri yg sama-sama super sibuk? Hambar dan basi ah… saya tak tahu. Dan saat Laura setuju dengan kesepakatan yg dibuat oleh Speakman habislah simpati saya padanya.

Sayangnya, sebagian besar sisa novel ini dan endingnya bisa ditebak dari awal. Isinya adalah jalan berliku yg harus ditempuh dua sejoli baru Griff dan Laura agar bisa bersatu. Speakman sudah pasti harus dihilangkan meskipun cara yg dipilih SB agak maksa menurut saya. Harapan saya supaya bos Vista mendapat porsi lebih banyak dan sedikit menebarkan kekejian ala mafia merekapun tidak terwujud, mereka bertiga terasa hanya seperti penggelap suasana tanpa pernah berhasil mencekam suasana. Peran ini justru dilemparkan kepada Rodarte yg menempel Griff dengan ketat seperti perangko. Tak jelas kenapa Rodarte begitu membenci Griff, tapi yups… SB berhasil membuat saya jijik dgn karakter Rodarte ini.

Secara keseluruhan, novel ini cukup menarik bagi mereka yang menyukai novel romantis. Ceritanya bergulir dengan cepat saking cepatnya jadi terasa sepintas lalu. Ada beberapa typo yg saya temui tp masih bisa diabaikan. Sekilas pandang saya suka dengan covernya, sederhana dan nuansanya gelap. Tapi pas diperhatiin lagi halah… ini kenapa ya desainer covernya make gambar yg begini, agak-agak vulgar. Klo mau ditenteng-tenteng di angkot ato di tempat umum kan malu. Padahal setelah browsing cover aslinya biasa-biasa aja loh. Hah tp karena warnanya gelap tetep suka… tapi ga bisa taro sembarangan yah, ntar dipelototin sayanya.

Advertisements

2 thoughts on “Permainan Kotor

    • dewiyani says:

      terimakasih bang…
      habis belum bs buat resensi yg bener sih, jd nulis aja apa yg dirasain pas baca sebuah buku 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s