Rainwater

No: 025
Judul Asli: Rainwater
Penulis: Sandra Brown
Alih Bahasa: Tanti Lesmana
Desain Sampul: Satya Utama Jadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tgl Terbit: Cet. 1, April 2010
Ukuran:  336 hlm; 18 cm
Tgl beli: 12 April 2012, Garden Book Shop
Rating:  4/5

Semua orang (yg sering membaca karya Sandra Brown) bilang, “buku ini berbeda.” Itu saja… tanpa menambahkan keterangan sedikitpun. Cukup untuk membangkitkan rasa penasaran saya. Dan akhirnya malam ini saya (sambil mengerjapkan mata yg mulai berkaca-kaca) mengangguk setuju. Yah… buku ini memang berbeda.

Ella Barron, seorang single parent (saya lebih suka menyebutnya demikian ketimbang menggunakan kata janda) dari seorang anak penderita autisme bernama Solly terpaksa menyewakan kamar-kamar di rumahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hidupnya yg selama ini berjalan dengan teratur sesuai dengan standar yg ditetapkannya sendiri, tiba-tiba berubah drastis saat ia memutuskan menerima pemondok baru, Mr. David Rainwater. Seorang pria dengan ketenangan yg mengagumkan, sopan dan penuh kelembutan hati. Kenyataan bahwa hidup Mr. Rainwater tak lama lagi mengusik ketenangan hati Ella. Sebuah rahasia yg hanya Ella dan Dr. Kincaid (saudara Mr. Rainwater) yg tahu.

Mengambil setting tahun 1943, di sebuah kota kecil di daerah Texas saat Amerika dilanda krisis ekonomi besar-besaran. Kelaparan terjadi dimana-mana dan kekeringan berkepanjangan memaksa pemerintah turun tangan dengan membeli sapi para peternak dengan harga murah, tapi hanya ternak sehat saja yg diambil sedangkan sisanya akan dimusnahkan.

Hancur hati para peternak melihat binatang ternak yg mereka piara dari kecil, bahkan tak sedikit yg mereka bantu dengan tangan mereka sendiri kelahirannya harus ditembak mati begitu saja. Tapi mereka terpaksa memilih jalan tersebut daripada harus menanggung kerugian yg lebih besar.

Sementara rakyat miskin yg kelaparan menunggu di tempat pembantaian dengan harapan bisa mengambil sisa-sisa daging sapi mati itu. Tapi selalu saja ada segelintir orang yg mengambil keuntungan dari penderitaan orang banyak. Mereka menghalau orang-orang miskin tersebut supaya tidak mengambil sisa-sisa daging sapi mati tersebut. Hal ini pun segera memicu pergolakan yg melibatkan rakyat miskin dan warga minoritas berkulit hitam dengan pemerintah setempat yg sewenang-wenang.

Tokoh Mr. Rainwater berhasil melebur dengan situasi yg terjadi saat itu, tidak terasa dominan tapi penting. Sementara penggambaran Solly sebagai anak penderita autisme pun sangat pas, tidak berlebihan tapi sangat hidup dan nyata. Disini Sandra Brown berhasil memadukan sebuah latar cerita yg kelam dimana rasisme masih sangat kental dengan sebuah kisah cinta yg sendu namun indah.

Siapapun pasti akan terhanyut membaca buku setebal 336 halaman ini. Covernya yg indah pun berhasil memanjakan mata saya. Hanya sayang pemilihan ukuran huruf yg terlalu kecil membuat mata cepat lelah dan kehilangan jejak membaca. Bagaimanapun juga ini adalah karya Sandra Brown dengan rasa beda yg layak dibaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s