Hunger Games #3: Mockingjay

No: 027
Judul Asli:  Hunger Games
Penulis:  Suzanne Collins
Alih Bahasa: Hetih Rusli
Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama
Tgl Terbit: Cet. 1, Januari 2012
Ukuran:  432 hlm; 20 cm
Tgl beli: 5 Februari 2012, TM. Bookstore Poins Square
Rating: 3/5

Akhirnya ada kesempatan juga untuk menulis review Mockingjay. Berhubung sudah agak lama jadi ceritanya agak sedikit lupa.

Mockingjay adalah buku terakhir dari Trilogi Hunger Games, mengingat dua buku sebelumnya yg sangat bagus saya berharap buku ketiganya sebagai penutup sebuah trilogi akan jauh lebih bagus. Sayangnya ekspektasi saya terlalu tinggi. Kalau di buku pertama dan kedua kita disuguhi aksi-aksi yg menegangkan dalam permainan Hunger Games dan Quarter Quell, maka buku ketiga ini lebih banyak ke pergulatan batin Katniss setelah sekali lagi berhasil lolos dari maut.

Rupanya selama Quarter Quell berjalan, Capitol sudah berencana untuk menghancurkan Distrik 12 dan menghabisi Katniss. Untunglah rencana tersebut tercium oleh kaum pemberontak yg segera mengirimkan pesawat dan menyelamatkan nyawa Katniss. Sayangnya dalam usaha penyelamatan tersebut, Peeta tertangkap oleh Capitol dan menjadi tawanannya.

Untuk sementara Katniss dan penduduk Distrik 12 yg masih selamat, mengungsi di bawah perlindungan Distrik 13. Distrik yg selama ini disangka sudah musnah ternyata masih ada dan perlahan mengumpulkan kekuatan untuk memberontak dari kekuasaan Capitol. Rencananya mereka akan melumpuhkan Capitol dengan cara memutus jalur distribusinya terlebih dahulu, karena selama ini semua kebutuhan penduduk Capitol didatangkan dari ke-12 Distrik yg ada. Setelah Capitol lumpuh para pemberontak akan bergerak untuk menyerang dan menguasai ibukota.

Keberadaan Katniss disini menjadi penting, karena ia telah menjadi simbol pemberontakan. Distrik 13 berharap Katniss bisa menebarkan pesonanya dan menyatukan ke-12 distrik yg lain untuk memberontak terhadap Capitol. Namun sayang, meskipun fisiknya telah pulih seperti sedia kala, batinnya sekarang kosong. Katniss dilanda depresi dan menderita gangguan mental. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena gagal menyelamatkan Peeta dan melindungi penduduk Distrik 12. Tapi Katniss tidak bisa berlama-lama berkubang dalam penderitaan, ia harus segera bangkit karena ia adalah Mockingjay.

Yap, seperti yg saya bilang diatas kalau buku ketiga ini ratingnya sedikit menurun. Tidak banyak aksi  bak-bik-buk seperti yg saya harapkan, hampir separuh buku dihabiskan oleh pergulatan batin Katniss dan propaganda-propaganda perang yg dibuat oleh para pemberontak. Kesan Katniss sebagai tokoh utama dalam buku 1&2 seperti tenggelam begitu saja, ia sepertinya hanya sebuah simbol yg tidak berguna dalam perang sesungguhnya. Hei mungkin memang itu maksud Collins ya… Katniss sebagai Mockingjay… Katniss hanya sebuah simbol tapi bukan peluru yg langsung menghajar musuh-musuhnya.

Endingnya juga tidak seperti yg saya perkirakan, nanggung dan bikin jengkel. Saya sempat kebingungan dengan keputusan Katniss di akhir cerita, tapi setelah di bolak-balik dan ngobrol dengan teman-teman saya jadi maklum. Tapi sayang Collins tidak menutup cerita dengan manis, hubungan Katniss & Peeta nggak jelas, Gale apa yah… hmm seperti habis manis sepah dibuang.  Belum tokoh-tokoh yg lain menghilang begitu saja. Ah sayang sekali…

Pada akhirnya saya merasa buku ini seperti saksi sejarah atas kekejaman perang. Dunia hancur lebur, keluarga tercerai berai, kemiskinan dan  penderitaan dimana-mana. Pemerintah yg baru tak ada bedanya dengan yg lama. Serigala berbulu domba, menghalalkan semua cara demi tercapainya tujuan yg katanya mulia. Tapi menarik… karena apa yg terjadi dalam buku ini bisa saja terjadi, lihat saja sekitar kita sekarang. Masalah diselesaikan dengan kekerasan, banjir, gempa bumi, badai angin sebut saja satu persatu, kemiskinan dan kelaparan dimana-mana sementara orang yg duduk di pemerintahan malah asyik menghitung rupiah. Ah.. saya menunggu seorang Mockingjay untuk membenahi carut marutnya negriku ini.

Note:
Membuat review tanpa memegang bukunya itu sulit yah, seperti mengarang sebuah cerita. tak punya pegangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s