Ramai

Lokasi: Malioboro, Yogyakarta

Andi berjalan perlahan menyusuri jalur jalan Malioboro. Sepanjang trotoar yang memanjang hingga Alun-Alun Utara ini dipenuhi oleh berbagai macam pedagang kaki lima. Ada yang berjualan batik, pernak-pernik, lukisan, perhiasan perak, makanan, dll. Belum lagi para wisatawan yang tumplek bleg di sana, membuat suasana semakin riuh rendah dengan berbagai macam suara dan bahasa.

“Hmm… Malioboro memang nggak pernah sepi, selalu ramai.” Batin Andi lirih.

Sampai di depan gedung DPRD Andi menyebrang jalan, mendekati pedagang dawet ayu dan memesan segelas. Sembari menunggu pesanannya dibuatkan, pikirannya melayang pada kejadian yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu.

♦♦♦♦

“Tok… tok… tok… kulonuwun…” Andi mengetuk pintu kayu jati di depannya, sambil memperhatikan sekelilingnya. Tak banyak perubahan, semuanya masih sama. Masih seperti lima tahun yang lalu saat Andi terkahir kali melihatnya.

Dari balik jendela besar tampak seorang wanita tua berjalan bergegas membuka pintu rumah. “Eh… wonten tamu agung, monggo-monggo mas pinarak.”

“Mbok… simbok masih inget sama saya?”

“Nggih tasih to mas, simbok niki pun tuwo tapi dereng pikun. Panjenengan menika Mas Andi toh?”

“Hehehe… iya mbok saya Andi.” Jawab Andi sambil tersenyum senang karena masih diingat sama simbok. “Emm… Wulannya ada mbok?”

Mbok Girin diam saja, pura-pura tidak mendengar pertanyaan Andi. “Sekedap nggih mas. Saya panggilkan Ibu.”

Tak berapa lama kemudian simbok keluar lagi sambil membawa secangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng. “Monggo lo Mas Andi, diminum tehnya. Sama ini ada pisang goreng, mumpung masih hangat.”

“Iya mbok, terimakasih.”

Sementara simbok sibuk menaruh secangkir teh dan sepiring pisang goreng di atas meja, dari dalam rumah keluar sesosok perempuan paruh baya yang masih tetap cantik dalam balutan jarik dan kebaya birunya. Rambutnya yg mulai memutih di sanggul di kepala.

“Eh… nak Andi Bagaimana kabarnya?” Sapa perempuan itu sembari mengulurkan tangannya.

“Baik bu.” Andi bangkit dari duduknya dan menyambut uluran tangan Bu Rahmi. “Bapak kalian Ibu sehat kemawon nggih?” Sambung Andi dengan bahasa Jawa yang mulai sedikit kaku karena lama tidak diasah.

“Alhamdullilah Bapak sama Ibu sehat semua. Monggo lo lenggah. Ayoh iki panganane diicipi.” kata Bu Rahmi hangat yang kemudian menanyakan kabar ayah dan ibu Andi.

Andi menjelaskan bahwa kedua orang tuanya baik-baik saja dan mereka menitip salam buat Ibu Rahmi. Andi terdiam beberapa saat sebelum menyampaikan maksud kedatangananya kemari. “Nuwun sewu meniko bu, menawi bade kepanggih Wulan saget mboten nggih bu?”

Perempuan ayu itu terdiam beberapa saat sepintas terlihat matanya berkaca-kaca, “Wulan sekarang nggak tinggal disini lagi nak Andi.”

“Eh!” Andi terkejut, hatinya kebat-kebit. “Jangan-jangan Wulan sudah jadi istri orang nih. Sialan aku terlambat.” Batin Andi. “Maaf bu, maksudnya sudah tidak tinggal disini bagaimana ya?”

Bu Rahmi menarik nafas berat sebelum melanjutkan bicaranya, “Iya Nak Andi Wulan sekarang tinggalnya di Pakem. Sudah hampir tiga tahun ini.”

“Wah… kalau begitu Wulan sudah berhasil jadi dokter dong bu?” Jawab Andi teringat cita-cita Wulan dulu.

“Bukan nak.” Air mata yang sedari tadi bergelayut di sudut mata Bu Rahmi akhirnya terlepas. Menderas.

Andi kebingungan melihat Bu Rahmi yang tiba-tiba menangis, digesernya duduknya mendekati Bu Rahmi dan perlaha-lahan bertanya, “Ibu… ibu ada apa dengan Wulan?”

“Wulan… nak Andi. Wulan bukan bekerja sebagai dokter disana tapi sekarang jadi penghuni RS. Lalijiwo, Pakem.”

“Maksud ibu… Wulan… Wulan.” Andi terbata-bata tak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Iya nak.” Jawab Bu Rahmi pelan.

Note:
RS. Lalijiwo = Rumah sakit untuk orang gila.
Flash Fiction Day 9
Postingan ini disertakan dalam kontes 15 Hari Ngeblog FF2

Advertisements

6 thoughts on “Ramai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s