Animal Farm


Animal Farm

No: 081
Judul : Animal Farm
Pengarang : George Orwell
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : Cet. 1; Januari 2015
Tebal Buku : iv + 144 hlm.
Rating : 4 of 5

Ada kesombongan kecil dalam diri saya saat menggenggam buku tipis ini. Saya yg biasanya baca buku fantasi sekarang coba-coba baca buku politik. Katanya sih kalau mau baca buku ini, kudu melek politik atau minimal paham dengan komunisme di Rusia sana. Lha saya, boro-boro melek politik baru smriwing-smriwing baunya aja mata saya langsung prepet-prepet lantas merem. So, let’s see if I can finish this book or this cute pinky piggy book will ended up in the corner of my bookshelf.

Animal Farm adalah sebuah novel satiris atau bisa juga disebut fabel mengenai sekelompok hewan yg tinggal di sebuah peternakan milik manusia yg dikelola dengan kejam. Pada suatu hari, para binatang ini memberontak dan menggulingkan manusia. Peternakan tersebut lantas mereka kelola sendiri dan jadi satu-satunya peternakan yg dikendalikan oleh binatang. Babi sebagai binatang yg paling cerdas diangkat menjadi pemimpin mereka. Pilihan mereka jatuh pada Snowball & Napoleon, dua ekor babi yg memiliki kecerdasan setara. Pada awal kepemimpinan, duo babi ini bisa saling mengisi sehingga terciptalah demokrasi yg sejati. Para binatang hidup dengan senang dan cukup pakan. Tapi lambat laun muncullah sifat asli sang babi, serakah dan haus akan kekuasaan. Demokrasi yg sudah berjalan dengan bagus lambat laun mati. Dualisme kepemimpinan yg menyebabkan adanya perbedaan tidak lagi bisa diterima. Hanya boleh ada satu pemimpin. Hanya satu babi! Itu berarti salah satu babi harus disingkirkan.

Buku ini semakin menguatkan pendapat saya akan politik, bahwa politik itu kotor. Memang bukan politiknya yg kotor sih, tapi manusianya. Mereka berkecimpung di dunia politik semata-mata untuk mencari kekuasaan demi memuaskan kepentingan pribadi dan golongannya. Segala cara mereka halalkan bahkan membunuh jika dianggap perlu. Inilah yg membuat saya tidak menyukai politik.

George Orwell menulis buku ini sebagai kritik/sindiran atas kondisi pemerintahan yg terjadi di Uni Soviet selama masa pemerintahan Stalin. Tokoh-tokoh dalam cerita ini sebagian besar didasarkan pada tokoh yg ada pada saat itu. Salah satu tokoh yg langsung bisa saya kenali adalah Napoleon. Saya langsung bisa menduga jika Napoleon ini menggambarkan sosok Joseph Stalin. Diktator berkumis lebat yg sangat kejam dan tidak manusiawi. Sedangkan untuk tokoh lainnya saya kurang mampu menangkap siapa tokoh yg dimaksudkan oleh George Orwell. Tapi saya yakin setiap binatang yg ada dalam novel ini pasti telah dipilih secara cermat oleh George Orwell untuk mewakili kelompok-kelompok tertentu. Sebagai contoh adalah pemilihan kuda sebagai binatang yg mewakili kelas pekerja. Kuda inipun terbagi lagi menjadi 3 (tiga) strata sosial, kelas bawah, menengah dan atas. Kita hanya harus jeli dalam membaca dan pandai dalam menganalogikan tokoh di dalam buku ini.

Saya cuma perlu waktu 3 (tiga) hari untuk menyelesaikan buku ini. Hehehe… sebetulnya 3 (tiga) hari itu juga udah kelamaan kali ya. Tapi mengingat tema yg diangkat cukup berat bolehlah saya memuji diri sendiri. Applause untuk George Orwell karena telah mampu menulis buku yg sangat bagus dan berbobot dalam kemasan yg ringan.