Mr. Monk #1: Mr Monk Goes to the Firehouse

No: 039
Judul Asli: Mr. Monk Goes to the Firehouse
Penulis: Lee Goldberg
Penerjemah: Bima Sudiarto
Penerbit: Dastan Books
Tgl Terbit: Cet. 1, November 2007
Ukuran:  424 hlm.; 12,5 x 19 cm
Tgl beli: 150612 @ TM. Bookstore Poins Square
ISBN: 978-979-3972-31-2
Rating:  3/5

Siapa sih yg belum kenal Mr. Monk? Detektif genius yg hampir selalu berhasil mengungkap kejahatan pembunuhan. Hampir? Iya hampir. Karena hanya satu kasus yg gagal diungkap oleh Mr. Monk yaitu kasus pembunuhan istrinya.

Dengan gayanya yg jenaka dan pemikirannya yg unik, penderita obsesif-kompulsif ini berhasil menjadi detektif terbaik seantero San Fransisco. Tidak perlu alat yg canggih, setitik noda, bau sampah, atau pelintiran permen yg tidak sama sudah cukup bagi Monk untuk menemukan pembunuhnya.

Mr. Monk Goes to the Firehouse adalah buku pertama dalam Mr. Monk Series, tapi kisah sebenarnya dimulai jauh sebelumnya yg dapat diikuti melalui serial televisinya.

Karena apartemennya diserang rayap, lebih tepatnya karena Monk menemukan setitik lubang, ia terpaksa mengungsi sementara ke rumah Natalie, asistennya. Julie, putri Natalie memintanya menyelidiki kasus kematian seekor anjing Dalmatian milik Joe, seorang anggota pemadam kebakaran. Penyelidikan Monk menyeretnya ke dalam serangkaian pembunuhan yg melibatkan orang-orang berpengaruh di San Fransisco. Monk harus bekerja dengan cepat dan tepat, jika terlambat orang yg bertanggung jawab dalam kasus ini bisa bebas melenggang dan karir Stotlemayer terancam tamat.

Membayangkan ekspresi Monk saat harus mengaduk-aduk sampah sedalam 30 ton untuk menemukan barang bukti, berhasil membuat saya tersenyum geli. Dan ada kejutan di akhir ceritanya, sebuah kasus sambil lalu yg berhasil dipecahkan Monk, yg terjadi di rumah Natalie.

Buku ini tergolong dalam bacaan ringan, meskipun genrenya detektif tapi tidak membuat jidat berkerut. Sebuah buku yg sangat menyenangkan dibaca kala santai sambil minum teh di sore hari. Sayang terjemahannya sedikit kurang luwes, jadi kelucuan atau kesatiran yg ada tidak tertangkap dengan jelas. Ah… atau imajinasi saya yg kurang bermain barangkali.

Tiga bintang untuk buku ini.