Berdamai Dengan Kematian

Abarat

No: 074
Judul: Tuesday With Morrie
Pengarang: Mitch Albom
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cet. 7; Maret 2010
Ukuran Buku: 207 hlm; 20 cm
ISBN: 978-979-22-5021-3
Genre: Non Fiksi – Memoar
Rating: 5/5

Kuliah terakhir dalam hidup sang profesor yg sudah lanjut usia itu berlangsung seminggu sekali di rumahnya. Kuliah dijadwalkan tiap hari Selasa tepat setelah sarapan pagi. Mata kuliahnya adalah Makna Kehidupan, mata kuliah ini tidak perlu buku panduan karena bahan kuliahnya digali dari pengalaman. Kuliah ini tidak diberi nilai dalam angka ataupun benar dan salah, tetapi ada ujian lisannya. Sesekali kita harus menjawab pertanyaan dan diijinkan untuk bertanya. Topik kuliah yg diperbincangkan sangat bervariasi tentang dunia, mengasihani diri sendiri, penyesalan, kematian, keluarga, emosi, menjadi tua, uang, cinta, perkawinan, budaya, kata maaf, hari yg terbaik, dan akhirnya perpisahan.

Tuesday with Morrie adalah sebuah memoar yg ditulis oleh Mitch Albom berdasarkan bulan-bulan terakhir dalam hidup Prof. Morrie Schwartz. Morrie adalah mantan dosen Mitch yg tengah sakit parah. Ia terkena Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), atau penyakit Lou Gehrig. Menurut para dokter Morrie bisa bertahan, paling lama sampai dua tahun. Tapi Morrie sadar jika ia tidak sekuat itu. Ia tahu bahwa ia akan segera mati. Apakah aku akan menyerah dan mati begitu saja, atau akan memanfaatkan sisa waktuku sebaik-baiknya?

Mitch, adalah mantan mahasiswa Morrie. Selepas kuliah, Mitch mencurahkan waktu sepenuhnya untuk bekerja. Ia membanting tulang bekerja keras demi meraih ambisinya, menjadi orang yg sukses dan populer. Mitch disibukkan dengan urusan duniawi hingga lupa bahwa kebahagiaan diri tidak bisa dibeli dengan kesuksesan ataupun kepopuleran. Ia lupa membangun hubungan dengan sesama manusia, dengan teman-temannya. ia lupa dengan janjinya untuk terus mengunjungi Morrie. Semua itu menjadi tidak berarti jika kita tidak memiliki orang lain yg mencintai kita dengan tulus dan mau diajak berbagi.

Pertemuannya kembali dengan Morrie seperti memberikan kesempatan kedua bagi Mitch untuk sekali lagi belajar tentang makna kehidupan.

Dari sekian banyak buku karangan Mitch Albom, Tuesday with Morrie adalah buku pertama yg saya baca. Meskipun baru pertama kali membaca karya Mitch, saya langsung jatuh cinta dengan gayanya bertutur. Gaya bertutur Mitch yg mengalir membuat buku ini mudah diikuti. Setiap bab disusun dengan sangat baik dan masing-masing bab memiliki pelajaran moralnya sendiri. Buku yg sarat dengan emosi ini mampu membuat saya tersenyum meskipun terasa getir. Tapi ada masanya dimana saya merasa tak sanggup menyelesaikan membaca buku ini karena dada terasa sesak dan mata mulai berkaca-kaca.

Beberapa kutipan favorite:

“Yang paling penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta kita, dan membiarkan cinta itu datang.” – Hal. 55
“Begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, berarti kita belajar tentang bagaimana kita harus hidup.” – Hal. 87
“Maafkan dirimu sendiri sebelum kau mati. Baru kemudian memaafkan orang lain.” – Hal. 175
“Kematian mengakhiri hidup, tetapi tidak mengakhiri suatu hubungan.” – Hal. 186

Jika saja aku bisa mempermainkan waktu, aku ingin kembali ke masa itu. Mencuri waktumu satu jam saja, menggenggam tanganmu dan kuusap keningmu serta kubisikkan kata-kata aku ikhlas dan akan selalu mencintaimu.

Advertisements