Si Jerapah dan si Pelly dan Aku

Dekut Burung Kukuk

No: 078
Judul : Si Jerapah dan si Pelly dan Aku
Judul Asli : The Giraffe and the Pelly and Me
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cet. 2 – Januari 2010
Tebal Buku : 80 hlm; 20 cm
Genre : Fiksi Fantasy
Rating : 5/5

Tidak jauh dari rumah Billy ada sebuah bangunan tua dari kayu yg berdiri sendiri di sisi sebuah jalan. Rumah itu dijual. Di bagian depan rumah ada tulisan yg kabur dimakan usia berbunyi THE GRUBBER. Kata ibu, zaman dulu toko permen disebut grubber.

Billy membayangkan membeli rumah tua itu dan merubahnya menjadi grubber kembali. Tokonya akan dipenuhi berbagai jenis permen seperti Sherbet Sucker, Caramel Fudge, Russian Toffe, Sugar Snorter, Butter Gumball, dll. Pastinya sangat mengasyikkan.

Hingga pada suatu hari saat Billy melihat rumah itu sudah terjual. Pintu kayu tua yg usang diganti dengan pintu berwarna merah yg tingginya melebihi pintu biasa. Di jendelanya ada tulisan yg berbunyi:

PERUSAHAAN PEMBERSIH JENDELA TANPA TANGGA

Membersihkan jendela Anda tanpa banyak tangga kotor menempel di rumah Anda

Tiba-tiba dari salah satu jendela muncul sekor burung pelikan, jerapah di jendela satunya dan seekor monyet di jendela yg lainnya. Mereka bertiga pemilik sekaligus pekerja di PPJTT. Setelah berkenalan, mereka mengangkat Billy sebagai manajer PPJTT. Tugas pertama mereka adalah membersihkan rumah Duke of Hampshire yg memiliki ratusan kaca jendela. Bisakah mereka mengerjakan tugas pertama mereka? Bagaimana pula caranya membersihkan kaca jendela yg sangat banyak itu?

Rupanya paman Roald Dahl kali ini mengajak kita berpetualang bersama 3 ekor binatang yg sangat menyenangkan. Ilustrasi yg digarap oleh Quentin Blake juga asyik untuk dinikmati. Hingga tak terasa buku tipis ini habis dalam sekejap.

Jalan ceritanya sederhana, sedikit “ajaib” tapi memberikan sebuah pelajaran berharga kepada kita untuk tidak pernah berhenti bermimpi.

Saya merasa aneh saja dengan judulnya, “Si Jerapah dan si Pelly dan Aku.” Jika kata Aku mengacu pada Billy lantas kemana si Monyet ya, kok nggak disebutin?